| WELCOME TO INFO POPULER... | HAVE A NICE VISIT... |

TEKNOLOGI UNTUK PERPUSTAKAAN

Perpustakaan merupakan unit kerja yang berkaitan langsung dengan proses penyebaran informasi. Peran perpustakaan sebagai penyebar informasi berkembang seiring dengan kebutuhan manusia akan informasi. Kegiatan di perpustakaan merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat.
Perpustakaan mempunyai berbagai koleksi yang terdiri dari berbagai format. Seringkali untuk memudahkan pengolahan maka pustakawan menggunakan bantuan teknologi. Teknologi yang paling umum digunakan adalah komputer. Teknologi diharapkan menjadi salah satu sarana yang efektif untuk memperlancar kegiatan dan pelayanan perpustakaan. Teknologi dapat digunakan untuk membentuk suatu sistem informasi perpustakaan yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan sumber daya manusia (SDM) yang diorganisasikan dengan aturan tertentu untuk mengolah data menjadi informasi.
Seiring perkembangan zaman, ketika kebutuhan perpustakaan tidak hanya menyangkut program Ms Word ataupun Ms Excel maka dibangunlah software-software perpustakaan untuk mengatasi segala kesulitannya. Software perpustakaan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perpustakaan akan layanan-layanan yang membutuhkan penanganan yang lebih spesifik. Walaupun dapat diartikan sebagai alat pendukung pekerjaan, namun komputer beserta software didalamnya lebih banyak dimanfaatkan oleh pustakawan sebagai alat pokok bekerja. Ini menimbulkan pengertian baru didalam dunia perpustakaan, yaitu otomasi perpustakaan.
Lebih jauh mengenai otomasi perpustakaan, maka tidak dapat dilepaskan dari penggunaan istilah sistem informasi perpustakaan. Alter (1992) sebagaimana dikutip oleh Kadir (2003) menjelaskan bahwa sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

Untuk melakukan otomasi perpustakaan setidaknya diperlukan tiga komponen utama, yaitu:
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras atau hardware merupakan komponen fisik yang dapat dilihat dan dirasakan (Yuhefizar, 2003). Perangkat keras yang dimaksud adalah peralatan elektronik yang digunakan untuk memperlancar kerja pustakawan, yaitu komputer beserta alat-alat pendukung lainnya.
Sistem kerja komputer dilengkapi dengan bagian input device dan output devices.
a) Input Device
Input device menyediakan sarana untuk pengiriman informasi kedalam sistem komputer sehingga harus memiliki kemampuan untuk mengonversi karakter-karakter yang diinginkan kedalam kode-kode biner yang perlu (Qalyubi, 2003: 374). Sarana input device yang termasuk dalam kategori ini dan biasanya digunakan di perpustakaan antara lain: Keyboard, mouse, barcodes, dan scanner.
b) Output Device
Output device digunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data baik berupa video, audio maupun dokumen tercetak. Sarana yang termasuk dalam output device dan biasanya digunakan di perpustakaan antara lain: Monitor, printer, dan speaker.

2. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak atau software merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer (Yuhefizar, 2003).
Software mengalami perkembangan yang begitu pesat seiring dengan kebutuhan manusia akan alat bantu pekerjaan, begitu juga di bidang perpustakaan. Software perpustakaan ada yang dikembangkan dan didistribusikan secara gratis dan ada yang berbayar. Software perpustakaan yang telah digunakan antara lain: CDS/ISIS, Openbiblio, Winisis, SIMPUS, Ganesha Digital Library (GDL), SIPUS V-0.1, dan lain sebagainya.

3. Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber Daya Manusia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan otomasi di perpustakaan. Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan harus mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan teknologi yang digunakan di perpustakaan sehingga proses pelayanan bagi pemakai dapat berjalan dengan maksimal. Dengan bertambah majunya sistem informasi di perpustakaan, pustakawan juga harus mampu memperbaiki teknologi yang digunakan di perpustakaan jika terjadi kerusakan supaya pelayanan kepada pemakai tidak terganggu.

Perkembangan yang lebih jauh lagi adalah pembentukan dan perintisan perpustakaan digital. Perpustakaan digital diartikan sebagai perpustakaan yang mempunyai koleksi sebagian besar dalam format digital dan informasi yang disediakan dapat diakses dengan komputer. Pada awalnya penggunaan stilah perpustakaan digital diperkenalkan lewat proyek NSF/DARPA/NASA yaitu Digital Libraries Initiative pada tahun 1994. Contoh perpustakaan digital yang sudah dirintis saat ini adalah Proyek Gutenberg, Ibiblio dan Internet Archive, dan proyek yayasan Wikimedia.
Perpustakaan yang ingin mengubah layanannya ke bentuk digital harus mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat menghalangi proses pembangunan koleksi digital terutama dana yang disediakan. Pengubahan bentuk layanan ini juga tidak boleh mengganggu hak-hak dan kepentingan pemustaka, terutama layanan yang sudah berjalan. Secara garis besar pembentukan perpustakaan digital dapat dilakukan secara bertahap, hingga dicapai kesiapan pustakawan dan pemustaka sendiri.

(dikutip dari: Moh Hasbi Asngari)

DAFTAR PUSTAKA
Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Edisi 1. Yogyakarta: Andi.
Qalyubi, Shihabuddin. 2003. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Adab.
Yuhefizar. 2003. “Tutorial Komputer dan Jaringan”. Dalam www.ilmukomputer.com, tanggal 20 Desember 2007.

Read More......

MENANGANI HARDDISK YANG BERMASALAH

Pada harddisk yang terhitung keluaran terbaru, saat beroperasi biasanya bersuara tenang. Tetapi saat mulai terdengar suara-suara yang tidak biasanya muncul saat harddisk beroperasi, sebaik mulailah curiga. Suara-suara tersebut seperti suara “klik”, suara seperti barang yang sedang digesek, atau suara mendecit. Berikut petunjuk-petunjuk yang akan membantu untuk menentukan langkah yang harus dilakukan, sebelum data-data yang ada hilang bersama harddisk yang rusak.

Gunakan aplikasi penguji harddisk.
Terdapat benyak sekali aplikasi yang bisa dipakai untuk menguji apakah sebuah harddisk masih dalam kondisi bagus atau tidak. Aplikasi tersebut ada yang freeware dan ada yang tidak.
Aplikasi pertama yang bisa dipakai tanpa harus men-download apa-apa adalah error checking, yang sudah ada di seluruh versi windows. Dengan ini, akan membantu mendiagnosis dan membetulkan error pada harddisk. Berikut caranya :
1. Pada windows explorer, klik kanan pada harddisk yang ingin di scan (C: / D: / lainnya). Lalu pilih properties.
2. Pilih tab Tools, dan klik Check Now.
3. Akan muncul dua opsi. Beri caentang pada Automatically fix file system errors untuk memperbaiki file system yang error, dan ini sangatlah direkomendasikan. Opsi yang kedua adalah Scan for and attempt recovery of bad sectors. Opsi ini akan melakukan scanning ke seluruh area harddisk. Jika ditemukan ada bad sector, maka area tersebut akan ditandai dan mencegah OS agar tida melakukan penulisan data di area yang rusak tersebut. Opsi ini akan memerlukan waktu yang sangat lama, tergantung kapasitas harddisk. So, gunakan bila dibutuhkan.
4. Tunggu hingga semua proses selesai, dan restart bila diperlukan.

Aplikasi yang kedua adalah Seagate SeaTools yang bisa di download pada www.seagate.com/www/en-us/support/downloads/seatools/ . Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, yaitu SeaTools for DOS dan SeaTools for Windows. Kedua tools ini gratis, tetapi tetap ada perbedaan antara keduanya. SeaTools for DOS sangat bagus, tapi agak susah dalam pemakaiannya dan hanya mendukung harddisk Seagate dan Maxtor. SeaTools for Windows lebih mudah dipakai dan mendukung lebih banyak harddisk, tapi tidak memiliki fitur sebanyak SeaTools for DOS. Berikut adalah kelebihan-kelebihannya :
• SeaTools for Windows akan menguji segala merk harddisk dengan segala macam interface, termasuk PATA, SATA, USB, FireWire, dsb.
• SeaTools for DOS berisi sebuah fitur yang menguji akustik pada harddisk. Tes ini sangat berguna saat melakukan troubleshooting pada komponen yang berisik. Ia akan memutar piringan yang ada pada harddisk sampai dalam keadaan benar-benar idle, dan membuat harddisk menjadi benar-benar sunyi.
• SeaTools for DOS bersifat independen terhadap OS. So, apapun OS yang dipakai, aplikasi versi ini tetap dapat digunakan.

Kekurangannya adalah :
• Untuk menggunakan SeaTools for DOS, harus membakar image SeaTools for DOS ke CD.
• SeaTools for DOS hanya sanggup menangani maksimal error hingga 100.

Aplikasi gratis yang ketiga yaitu Hitachi Drive Fitness Test (HDFT). Aplikasi ini dioptimalkan untuk harddisk produksi Hitachi atau IBM. HDFT dapat di download dari www.hitachigst.com/hdd/support/download.htm#DFT .
Cara menggunakan HDFT ini bisa melalui disket atau CD. Tidak seperti SeaTools versi Windows dan DOS, HDFT hanya dapat dipakai pada lingkungan DOS, jadi sifatnya independen terhadap OS.
HDFT tidak mendukung produk Microdrive Digital Media atau harddisk dengan USB dan FireWire, tetapi mendukung semua produk Hitachi Travelstar, kecuali seri 8E, 10E, dan C4K.

Nah, aplikasi gratis yang terakhir yaitu Western Digtal Data Lifeguard Diagnostic (WDDLD), yang khusus dirancang untuk harddisk produksi Western Digital. Tetapi juga bisa dipakai untuk mendiagnosis harddisk merk lain, selama harddisk utama yang dipakai adalah merk Western Digital.
WDDLD tersedia dalam dua versi, yaitu DOS dan Windows. Tetapi tidak seperti SeaTools dan HDFT yang dapat digunakan secara universal ke semua jajaran produknya masing-masing, WDDLD tersedia untuk masing-masing seri dar Western Digital. Misalnya harddisk WD Raptor X, maka gunakan WDDLD yang khusus WD Raptor X. WDDLD dapap di download dari www.tinyurl.com/6n3jgv .

Dan perlu diingat, penggunaan aplikasi-aplikasi diagnosis tersebut hanya menandai area harddisk yang diaanggap rusak, dan mencegah sistem agar tidak menggunakan area rusak tersebut. Aplikas-aplikasi tersebut tidak dapat mereparasi harddisk yang secara fisik sudah rusak. Misalnya karena jatuh atau terkena pengaruh magnet yang kuat.
Jika aplikasi-aplikasi tersebut berhasil mengatasi masalah anda, itu hanyalah bersifat sementara. Masalah yang dialami, suatu saat dapat meuncul kembali atau dapat bertambah parah. So, mulailah rajin mem-backup data dan mengumpulkan dana untuk membeli harddisk yang baru. Karena solusi yang paling tepat dan baik adalah menggantinya dengan harddisk yang baru.

(sumber: pc mild)

Read More......

MEMAHAMI BUNYI BEEP

Merk AMIBIOS
Merk BIOS dari American Megatrends Inc. yakni AMIBIOS hanya berbunyi jika ada masalah saja. Jenis bunyi beep dari AMIBIOS :
• 1-3 beep, ada kaitannya dengan memory yang perlu dipasang ulang atau dicoba dengan memory yang lain.
• 4 beep, berkaitan dengan motherboard. Solusinya cobalah pasang ulang semua kartu tambahan yang ada, misalnya sound card, modem, tv tuner, atau lainnya, kecuali video card.
• 5 beep, berkaitan dengan error di processor atau kartu tambahan. Cobalah telusuri dulu dari kartu tambahan, dengan cara melepas dan memasangnya kembali satu per satu. Bila semua kartu tambahan itu sudah dilepas dan dipasang kembali tetapi bunyi beep masih ada, coba telusuri ke processornya.
• 6 beep, ada kaitannya dengan motherboard juga. Cobalah lakukan seperti pada kasus 5 beep. Jika belum berhasil, bersiap-siaplah untuk ganti motherboard.
• 7 beep, berkaitan dengan error secara umum. Telusuri secara berurutan, mulai dari kartu tambahan, processor, baru kemudian motherboard.
• 8 beep, ada kaitannya dengan video card. Coba pasang ulang atau coba ganti dengan video card lain. Jika video card-nya onboard, coba matikan dulu lewat BIOS, dan gunakan video card add-on.
• 9 beep, berhubungan dengan AMIBIOS ROOM checksum error. Solusinya sama dengan 7 beep.
• 10 beep, berkaitan dengan CMOS read/write error. Solusinya sama dengan 9 beep.
• 11 beep, berhubungan denngan kegagalan cache memory. Solusinya pun sama persis dengan 10 beep.

Merk AwardBIOS
AwardBIOS awalnyasebuah merk BIOS yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bernama Award. Tetapi kini diambil alih oleh Phoenix Technologies. Merk ini berbeda dengan AMIBIOS, jika hanya terdengar 1 beep, berarti komputer dalam keadaan baik-baik saja. Beberapa jenis beep pada AwardBIOS :
• 1 panjang, 2 pendek : ada permasalahan di video card. Coba pasang ulang atau cobalah dengan video card yang lain.
• 1 panjang, 3 pendek : tidak ada video card yang terdeteksi atau video cardnya error.
• 1 beep panjang bernada tinggi atau beep pendek yang berulang-ulang : ada masalah di processor, yang bisa jadi kepanasan, dipasangnya tidak benar, atau bahkan rusak.
• Beep lain selain diatas : ada error di memory.

Merk PhoenixBIOS
BIOS merk ini akan berbunyi jika ada sebuah error fatal terjadi. phoenixBIOS biasanya menampilkan error tersebut dalam bentuk kode pada sebuah perangkat bernama Port80h card. Kartu ini ditancapakan di PCI, dan bisa menampilkan kode error yang terjadi. Bagi yang sudah memiliki LED Display pada motherboardnya, biasanya kode error ditampilkan di situ.
Namun karena banyaknya jenis kode error yang ditampilkan, maka dapat dilihat pada situs www.tinyurl.com/68685.

NB : biasanya tanda bunyi beep tersebut terdapat pada buku manual motherboard anda.

(sumber: pc mild)

Read More......

support by