| WELCOME TO INFO POPULER... | HAVE A NICE VISIT... |

WOW.... Celana Dalam Terbuat dari Pelepah Pisang

Perusahaan celana dalam di Australia, tepatnya AussieBum, membuat suatu terobosan baru pada produk celana dalam pria. Berkaitan dengan "Go Green", celana dalam ini dirancang khusus agar ramah lingkungan, karenanya celana dalam ini terbuat dari 27% serat pisang, 64% katun, & 9% likra (serat sintesis).

Serat pisang yang

digunakan pada celana dalam ini ditenun dari kulit batang pisang, yang bukan sekedar membuat celana dalam tersebut ringan, tetapi juga mudah menyerap.

"Pada dasarnya Anda tidak dapat membuat apapun dari serat pisang, karena teksturnya akan menjadi lembek", ujar Juru Bicara AussieBum, Lloyd Jones.

"Para pemakainya nanti tidak perlu takut akan dikejar oleh monyet, karena celana dalam tersebut tidak memilki bau seperti pisang", tambahnya.



Sumber: Okezone.com dengan sedikit penggubahan.

Read More......

Radio 2.0 Bukan Sekedar Radio Online

Jakarta - Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mau tidak mau memaksa industri penyiaran untuk ikut menyesuaikan diri. Radio konvensional bisa jadi akan tertinggal jika tidak melakukan transformasi inovasi teknologi yang ada.

e-Broadcasting Institute (eBI) misalnya, sebagai lembaga independen penyedia layanan teknologi Radio 2.0 menyebut industri radio sudah memasuki revolusi.

Dengan teknologi Radio 2.0, siaran radio akan dapat dinikmati pendengar secara analog (AM/FM), digital, internet & mobile (live streaming dan podcasting) dan situs jejaring (facebook, twitter, dll).

"Substansi teknologi Radio 2.0 adalah

memanfaatkan teknologi terkini untuk mendukung semua aspek yang berkaitan dengan radio. Tapi teknologi Radio 2.0 ini bukan semata-mata radio internet saj", ujar Hemat Dwi Nuryanto, Chairman eBI, saat ditemui di sela-sela Seminar Nasional Teknologi dan Bisnis Radio 2.0 di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Selasa (13/4/2010).

Tidak hanya cara mendengarkan radio saja yang dikembangkan dengan Radio 2.0. Bagaimana pekerja di stasiun radio berkoordinasi, monitoring pemasang iklan, hingga pengawasan siaran pun dapat dilakukan secara real time.

"Teknologi tersebut memungkinkan siaran streaming, podcasting, dan semua data yang dibutuhkan stakeholder dapat diperoleh secara online, realtime", jelasnya.

Selama ada koneksi internet, pekerja di radio dapat me-manage dan me-monitor seluruh kegiatan siaran, mulai dari perencanaan materi siaran, jadwal iklan, hingga susunan lagu.

"Semua orang hampir tidak perlu lagi ke studio untuk mengatur siaran. Hanya penyiarnya saja yang datang", tanmbahnya. Dengan begitu, pekerja di radio dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas siaran.

Sumber: Detik.com

Read More......

support by